Apa itu bullying?
Bullying, menurut BullyFree, merupakan bentuk perilaku yang bersifat intens, menyakiti, mengancam, dan dilakukan berulang-ulang. Bullying merupakan bentuk ketidakseimbangan, yaitu adanya usaha mendominasi dari suatu pihak dan bisa diartikan sebagai mistreatment atau penganiayaan.
Latar bullying?
Bullying sudah merasuk kedalam pergaulan di masyarakat dan menjadi "SISTEM" yang tidak benar dengan sendirinya. Tindakan Bullying bisa dilakukan melalui kata- kata maupun melalui kontak fisik dan tentunya hal itu menjerumus ke arah kekerasan.
Bullying secara fisik tidak hanya terjadi di kalangan mahasiswa maupun siswa SMA , tetapi hal ini bahkan sudah terjadi di kalangan murid SMP maupun SD. Seharusnya mereka belajar dan mendapat nilai moral yang baik dari sekitarnya, bukan menerima tindakan atau sikap yang tidak seharusnya dari lingkungan sosial mereka karena hal ini akan berpengaruh pada masa depan nya.
Jika saat kecil ia mendapat tindakan bullying dan hal itu tidak segera diatasi, kedepannya anak tersebut berpotensi untuk menjadi pelaku bullying karena adanya niat untuk membalas perilaku yang dulu ia terima atau bisa jadi hal itu menjadi trauma dan tentunya akan berpengaruh terhadap karakternya dan cara ia bersikap terhadap orang disekitarnya.
Bullying dapat terjadi di mana saja, sekolah, universitas, rumah, tempat kerja, dsb. Namun pusat perhatian terbesar adalah di lingkungan pendidikan
Apa penyebab bullying?
1.
Iri hati
ketidakpuasan dari apa yang
ia punya adalah salah satu faktor untuk melakukan bullying. Ketika ia merasa
lebih rendah dari orang lain, ia akan mencari cara agar orang lain terjatuh dan
menjadikan dirinya sendiri lebih baik dari orang lain dengan cara yang tidak
sehat. Bullying ini biasanya terjadi akibat dari iri hati. ini tergolong
melakukan pembullyan secara tidak langsung
2.
Ingin menunjukkan kebesarannya
Kebanyakan orang dari para
pelaku bullying berpikir bahwa dengan menunjukkan kebesaran, kekuasaan, atau
kelebihannya membuat dirinya terlihat lebih keren dan eksis dimata
teman-temannya atau orang lain. Mereka menyukai perilaku tersebut dan terus
mencari korban sehingga dirinya semakin ditakuti dan disegani oleh orang
sekitar.
3.
Lingkungan yg tidak kondusif
Lingkungan yg tidak kondusif
merupakan adalah salah satu penyebab bullying terjadi. Karena lingkungan
masyarakat akan sangat berpengaruh dalam pembentukan pribadi remaja. Biasanya
kekacauan ataupun perkelahian dalam penyelesaian masalah yang terjadi di
lingkungan masyarakat pun menjadi sesuatu yang ditiru oleh remaja dalam
menyelesaikan masalah mereka.
Begitu pula pada siaran media dan
media elektronik dizaman ini yang menampilkan bermacam-macam bentuk kekerasan.
Yang lebih berbahaya lagi jika Bullying tersebut terjadi dalam lingkungan
keluarga remaja. Misalnya remaja yang mengalami broken home mempunyai potensi
untuk melakukan kekerasan karena tidak adanya pembentukan nilai moral dan kurangnya rasa kasing sayang dalam
keluarganya.
Mengapa Korban bullying banyak yang tidak melapor?
1. Sebagian besar korban belajar dari pengalaman bahwa tidak semua orang dewasa peduli tentang apa yang mereka alami
2. Korban takut mempeburuk keadaan dengan melapor , karena adanya ancaman dari pelaku
3. Korban merasa rendah diri dan malu
4. Adanya perasaan dari pihak korban bahwa hal ini harus dihadapi sendiri
5. Korban TIDAK TAHU harus meminta bantuan kepada siapa
Apa Dampak dari Bullying?
Salah satu dampak dari bullying yang paling jelas terlihat adalah kesehatan fisik. Beberapa dampak fisik yang biasanya ditimbulkan bullying adalah sakit kepala, sakit tenggorokan, flu, batuk, bibir pecah-pecah, dan sakit dada. Bahkan dalam kasus-kasus yang ekstrim seperti insiden yang terjadi di IPDN, dampak fisik ini bisa mengakibatkan kematian.
1. Terganggu prestasi akademisnya atau sering sengaja tidak masuk sekolah.
2. Timbulnya gangguan psikologis pada korban bullying, seperti rasa cemas berlebihan, selalu merasa takut, depresi, ingin bunuh diri, dan gejala-gejala gangguan stres pasca-trauma (post-traumatic stress disorder)bahkan depresi dan berkeinginan untuk bunuh diri dengan menyilet-nyilet tangannya sendiri
3. Kesulitan menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial
4. Rusaknya nilai kemasyarakatan yang ada kedepannya
Setelah mengetahui tentang bullying, sudah seharusnya kita hilangkan hal tersebut, jangan mau menjadi korban, terlebih lagi menjadi pelaku, dan juga jangan hanya menjadi penonton ketika ada orang sekitar kita yang menjadi korban bullying. Jika sudah menjadi korban, jangan menjadi rendah diri ataupun takut, jadikan hal tersebut menjadi batu pijakan kedepannya dan jangan membalas dendam.
Kesimpulan dan Saran
Jadilah pribadi yang baik dalam bersosialisasi dengan orang lain, tanamkan nilai moral pada diri sendiri dan tunjukan moral tersebut pada masyarakat. Hapuskan sistem bullying yang terdapat pada pergaulan, dan bentuk karakter diri sendiri melalui panutan yang benar dan jadilah masyarakat yang berguna di masa mendatang.
0 komentar:
Posting Komentar