Ternyata Begini Suka & Duka Menjalani Work From Home ditengah Pandemic virus COVID 19

Ternyata Begini Suka & Duka Menjalani Work From Home ditengah Pandemic virus COVID 19



Sejak awal bulan Maret tahun 2020, kita sebagai masyarakat Indonesia menjadi salah satu bagian negara kena dampak dari pandemi Corona Virus Diseases 2019 atau biasa disebut “COVID 19”. Hal ini menyebabkan berbagai aktivitas yang biasanya dilakukan orang-orang menjadi lumpuh terutama pada aktivitas ekonomi. Masyarakat yang biasanya dapat bekerja sehari-hari, sekarang pekerjaan mereka menjadi terganggu karena pandemi kemunculan virus ini. Saat tulisan ini dibuat, Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB resmi diluncurkan di Jakarta. Maka dari itu, tulisan ini dibuat pada hari dimana  PSBB efektif diterapkan pada tanggal 10 April 2020. Akan tetapi, tulisan ini tidak mau mengulas tentang bagaimana kondisi Jakarta saat PSBB diterapkan.


Tulisan saya akan tertuju ke hari-hari saya menikmati kebijakan Work From Home (WFH) sebagai respon atas pandemi virus Corona atau COVID 19 yang mengancam seluruh dunia tak terkecuali negara kita negara Indonesia dimana kota Jakarta menjadi episentrum penyebaran virus mematikan ini.


Hingga saat tulisan ini dibuat korban jiwa akibat virus Corona (COVID 19) sudah mencapai angka 306 di Idonesia. Sebuah angka statistik yang cukup mencengangkan sekaligus memprihatinkan. Saya berharap semoga saja pandemi virus COVID 19 ini akan segera berlalu, dan semuanya dapat berjalan sedia kala.

Tetap berdiam diri dirumah untuk memutus rantai penyebaran virus memang benar solusi yang tepat. Akan tetapi hal tersebut tidak bisa terlepas dari masalah yang akan ditimbulkan dikemudian hari, contohnya seperti tidak bisa melakukan berbagai aktivitas normal yang biasanya. Yang paling utama adalah aktivitas bekerja. Bila masyarakat tidak bekerja karena pandemic virus COVID 19, maka mereka tidak akan memperoleh penghasilan apapun dan jika mereka tidak memperoleh penghasilan, akibat yang terjadi adalah tidak dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari selama berdiam diri dirumah. Hal ini bila dibiarkan terlalu lama akan sangat mengganggu keseimbangan ekonomi masyarakat. Maka dari itu diharapkan dengan adanya kebijakan dari pemerintah yaitu Work From Home, masyarakat Indonesia dapat dimudahkan untuk tetap bekerja ditengah panemik virus Corona.

Nah, berbicara tentang WFH,  saya ingin menuliskan apa adanya. Apa maksudnya? Selama kurang lebih satu bulan terakhir ini saya harus WFH alias kuliah dari rumah. Aktivitas perkuliahan saya yang biasanya harus saya bereskan di kampus satu bulan belakangan ini harus saya selesaikan dirumah. Ada sukanya, namun ada dukanya juga. Bagaimana wujudnya?


Sukanya, yang  jelas dengan adanya WFH, saya lebih nyaman mengatur waktu. Tidak perlu buru-buru mandi, masak, bepergian dengan transportasi, buru-buru absen masuk kuliah, dan hal-hal yang sifatnya teknis.

Namun begitu, ternyata WFH juga ada tidak enaknya juga. Loh, mengapa? Alasannya, karena ternyata WFH membuat saya merasa jenuh, hari-hari banyak di dalam kamar, membereskan pekerjaan seharian dengan cara duduk selonjoran. Berbeda dengan yang biasanya saya bisa nongkrong dengan teman, mengerjakan tugas kuliah ada kursi dan meja, dan tentunya paket internet super boros. Inilah suka duka saya menjalani kebijakan WFH.

Bagaimana dengan kalian?

0 komentar:

Posting Komentar

Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda