METODOLOGI PENELITIAN
1. Metodologi Penelitian
Metodologi penelitian ilmiah adalah sebuah sistem aturan-aturan dan prosedur-prosedur yang jelas, dimana suatu penelitian didasarkan padanya (Frankfort-Nachmias & Nachmias, 1996).
Dalam pemilihan metodologi penelitian, selain mempertimbangkan metodologi terdahulu yang digunakan dalam penelitian sejenis, juga akan sangat dipengaruhi dengan batasan sumberdaya yaitu waktu dan dana yang dimiliki oleh peneliti. Kompromi di antaranya akan menghasilkan sesuatu antara yang ideal dan yang praktis.
Metodologi sangat penting dalam sebuah penelitian karena metodologi akan digunakan sebagai (Frankfort-Nachmias & Nachmias, 1996)
a) Aturan komunikasi. Metodologi merupakan alat komunikasi sesama peneliti untuk berbagi pengalaman dalam melakukan penelitian. Ketika peneliti menuliskan metodologi yang digunakan secara jelas, dapat diakses oleh peneliti lain, maka kemungkinan replikasi penelitian dan validasi temuan penelitian dapat dilakukan.
b) Aturan penalaran. Meskipun observasi empiris sangat fundamental dalam penelitian ilmiah, namun fakta, data, atau bukti yang ditemukan tidak bisa “berbicara” dengan sendirinya. Karenanya, dalam hal ini, dibutuhkan logika untuk menarik inferensi yang reliabel berdasar fakta hasil observasi.
c) Aturan intersubjektivitas. Karena kemungkinan adanya subyektivitas terlibat dalam penelitian, maka dengan metodologi yang jelas, validasi bisa dilakukan oleh peneliti lain untuk menjamin obyektivitas empiris. Hal ini berarti ada hubungan saling-tergantung antara obyektivitas dan validasi.
2. Penelitian Kualitatif
Penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang temuan-temuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau bentuk hitungan lainnya dan bertujuan mengngkapkan gejala secara bolistik-kontekstual melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrument kunci.
Pada awalnya metode penelitian kualitatif lebih banyak digunakan dibidang antropologi budaya sehingga sering disebut sebagai metode etnografi. Metode penelitian kualitatif juga sering disebut sebagai metode penelitian naturalistic karena penelitian dilakukan pada kondisi latar yang alamiah atau apa adanya.
Data dalam penelitian kualitatif adalah data deskriptif yang umumnya berbentuk kata-kata, gambar-gambar, atau rekaman. Kriteria data dalam penelitian kualitatif adalah data yang pasti. Data yang pasti adalah data yang sebenarnya terjadi sebagaimana adanya, bukan data sekadar yang terlihat, terucap, tetapi data yang mengandung makna di balik yang terlihat dan terucap tersebut.
Pengumpulan data tidak dipandu oleh teori, tetapi dipandu oleh fakta-fakta yang ditemukan pada saat penelitian di lapangan. Oleh karena itu, analisis data dalam penelitian kualitatif cenderung bersifat induktif berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan dan kemudian dikonstruksikan menjadi hipotesis atau teori.
Jenis-jenisn penelitian kualitatif yang penulis sarikan singkat oleh Danim (2002), Emzir (2012), serta Afifuddin dan Saebani (2012).
a) Penelitian Etnografi (Ethnography)
b) Studi Kasus (Case Studies)
c) Studi Dokumen/ Teks (Document Study)
d) Penelitian Fenomenologi (Phenomenology)
e) Penelitian Grounded Theory
f) Penelitian Sejarah (Historical Research)
g) Penelitian Biografi/ Naratif
Karakteristik penelitian kualitatif menurut Nasution (1992; 9) sebagai berikut
a) Sumber data ialah situasi yang wajar atau “natural settong”
b) Peneliti sebagai instrument penelitian atau “key instrument”
c) Sangat deskriptif
d) Mementingkan proses atau produk
e) Memberi makna dibelakang kelakuan atau perbuatan, sehingga dapat memahami masalah atau situas
f) Mengutamakan data langsung atau “first hand”
g) Trigulasi
h) Menonjoplkan rincian kontekstual
i) Subjek yang diteliti dipandang berkedudukan sama dengan peneliti
j) Mengutamakan perspektif emic yang artinya mementingkan pandangan responden
k) Verifikasi
l) Sampling yang purposive
m) Menggunakan “audit trial”
n) Partisipasi tanpa mengganggu
o) Mengadakan analisis sejak awal penelitian.
3. Penelitian Kuantitatif
Dalam perspektif metodologi kuantitatif, analisis muatan-muatan teramat jelas merupakan salah satu metode pengukuran variabel, sedangkan dalam metodologi kualitatif, analisis muatan berdekatan dengan analisis wacana yang lebih dimaksudkan sebagai metode analisis data, dan bahkan metode tafsir teks.
Metode kuantitatif berdasarkan kepada filsafat positivism, ditunjukan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Pengumpulan data menggunakan instrument penelitian. Analisis data bersifat kuantitatif atau statistic dengan tujuan untuk menguji hipotesis.
Filsafat positivism memandang realitas/ gejala/ fenomena itu dapat diklasifikasikan, relative tetap, konkrit, teramati, terukur dan hubungan gejala bersifat sebab akibat.
Penelitian kuantitatif umumnya dilakukan pada populasi atau sampel tertentu yang refresentatif. Proses penelitian bersifat deduktif dimana untuk menjawab rumusan digunakan konsep atau teori.
Termasuk dalam metode kuantitatif adalah metode survey dan eksperimen. Pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, data yang terkumpul selanjutntya dianalisis secara kuantitatif menggunakan statistika deskriptif dan inferensial.
Daftar Pustaka
Bahri, Syamsul dan Fahkry Zamzam. 2014. Model Penelitian Kuantitatif Berbasi Sem-Amos. Yogyakarta: Deepublish.
Martono, Nanang. 2010. Metodologi Penelitian Kuantitatif (Analisis isi dan Data Sekunder) Edisi Revisi 2. Jakarta: Rajawali Pers.
Rukajat, Ajat. 2018. Pendekatan Penelitian Kualitatif (Qualitativa Research Approach). Yohyakarta: Deepublish.
Sugiarto, Eko. 2015. Menyusun Proposal Penelitian Kualitatif Sripsi dan Tesis. Yogyakarta: Suaka Media.
https://researchgate.net/profile/Fathul_Wahid2/publication/277116730_Metodologi_Penelitian_Sistem_Informasi_Sebuah_Gambaran_Umum/links/55b029b208aeb0ab466986b4/Metodologi-Penelitian-Sistem-Informasi-Sebuah-Gambaran-Umum.pdf