. Pengertian Etika Profesionalisme
Profesionalisme
adalah roh yang menggerakan, mendorong, mendinamisasi dan membentengi TNO dari
tendensi penyimpangan serta penyalahgunaannya secara Internal maupun eksternal
(Kiki Syahnarki).
Profesionalisme
adalah kecocokan (fitness) antara kemampuan yang dimiliki oleh birokrasi
(bureaucratic-competence) dengan kebutuhan tugas (ask-requirement) (Korten
& Alfonso, 1981).
Profesionalisme adalah tingkah laku,
kepakaran atau kualiti dari seseorang yang profesional (Longman, 1987).
Menutur
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Profesionalisme (profésionalisme) ialah
sifat-sifat (kemampuan, kemahiran, cara pelaksanaan sesuatu dan lain-lain) sebagaimana
yang sewajarnya terdapat pada atau dilakukan oleh seorang profesional.
Profesionalisme berasal dari profesi yang bermakna berhubungan dengan profesi
dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya
Ciri-Ciri Profesionalisme
Terdapat
beberapa ciri ciri dari Profesionalisme . Berikut adalah ciri ciri
Profesionalisme sebagai berikut:
· Keinginan
untuk selalu menampilkan perilaku yang dapat dijadikan sebagai rujukan yang
baik.
· Berusaha
meningkatkan dan memelihara perilaku profesionalnya melalui perwujudan perilaku
profesional. Perwujudan tersebut dilakukan melalui berbagai cara misalnya
dai cara berpenampilan, cara berbicara, penggunaan bahasa, sikap tubuh badan,
serta sikap hidupnya sehari-hari.
· Keinginan
untuk sentiasa mengejar berbagai kesempatan pengembangan profesional yang dapat
meningkatkan dan memperbaiki kualitas pengetahuan dan keterampiannya.
Manfaat Profesionalisme
Manfaat
dari bekerja secara Profesionalisme. Berikut merupakan manfaat profesionalisme
diantaranya sebagai berikut :
Saat kita sukses bekerja maka
pencapaian tersebut menjadi dambaan semua karyawan. Hal tersebut juga akan
sejalan dengan wawasan dan pengetahuan dalam bekerja sampai mendapatkan karier
yang akan meningkat secara terus menerus. Selain itu target, prestasi akan
lebih mudah dicapai dan taraf hidup menjadi lebih baik. Karena dengan bekerja
secara profesional sendiri berarti kita melakukan semua kegiatan dengan
memperhatikan kualitas dan hasil.
Dalam
islam profesionalitas disepadankan dengan kata al-‘itqan yang memiliki arti
rapi atau profesional. Dengan bekerja secara profesional tersebut kita juga
akan hidup lebih baik, karena semua keinginan lebih mudah dicapai. Bekerja
profesional juga akan mendatangkan manfaat untuk diri sendiri dan orang lain.
Diri sendiri menjadi lebih termotivasi saat bekerja, memiliki rasa semangat
atau niat yang tulus dan membuat semua pekerjaan menjadi lebih ringan.
Contoh Profesionalisme
Terdapat
berbagai contoh profesionalisme yang ada di masyarakat sekitar. Berikut adalah
contoh profesionalisme sebagai bahan untuk diteladani dalam kehidupan
sehari-hari.
Karyawan
profesionalisme adalah mereka yang bekerja menerima upah kemudian menjalankan
kewajiban sebagai karyawan dengan baik. Beragam pekerjaan yang dibebankan
kepadanya diselesaikan dengan baik dan tepat waktu tanpa mengeluh. Di samping
itu, juga senantiasa memperbaiki kesalahan agar menjadi lebih baik.
Seorang
guru yang mengajar anak didiknya dengan sangat baik. Tidak hanya bekerja untuk
mendapatkan bayaran, namun sebagai pengabdian kepada bangsa untuk mencerdaskan
anak bangsa. Guru yang tidak pernah lelah berbagi kepada banyak orang kapanpun
dan di manapun berada. Senantiasa meningkatkan kompetensi sebagai seorang guru.
Seorang
dokter yang menjalankan tugas dan tanggung jawabnya mengobati pasien dengan
baik. Juga senantiasa mengutamakan kesehatan dan keselamatan pasien kapanpun di
Memiliki sikap hati-hati dalam mendiagnosa penyakit pasien dan proses
pengobatannya. Mengutamakan orang lain dan tidak hanya mementingkan diri
sendiri.
Pejabat
pemerintah yang menjalankan tanggung jawab mengurus Negara dengan bersih dan
baik. Mementingkan kemaslahatan rakyat dari pada kepentingan diri sendiri.
Bertindak adil dan menghargai hak setiap orang. Semua yang dilakukan tidak lain
adalah untuk kepentingan bangsa dan Negara.
Kesimpulan
Definisi
Etika profesi adalah sebagai sikap hidup untuk memenuhi kebutuhan pelayanan
profesional dari klien dengan keterlibatan dan keahlian sebagai pelayanan dalam
rangka kewajiban masyarakat sebagai keseluruhan terhadap para anggota
masyarakat yang membutuhkannya dengan disertai refleksi yang seksama (Anang
Usman, SH., MSi.).
Etika
profesi merupakan prinsip yang mengatur perilaku seseorang atau sekelompok
orang dalam lingkungan khusus (profesi). Seperti nilai-nilai, etika profesi
memberikan aturan tentang bagaimana seseorang harus bertindak terhadap orang
lain dan di lingkungan itu sendiri.
Tidak semua
pekerjaan disebut profesi tetapi semua profesi memiliki pekerjaan. Contoh profesi
yang ada di Indonesia adalah guru, dokter, penyanyi, pilot, masinis dan lain
sebagainya.
Etika
profesi berkaitan dengan profesi yang sedang dijalankan karena etika tiap
profesi berbeda-beda. Seorang yang sudah menjadi ‘profesi’ sangat perlu mengetahui
kode etik dari profesinya tersebut. Fungsi etika profesi adalah untuk
meminimalkan adanya konflik dikemudian hari.